Jumat, 08 Oktober 2010

Rabu, 06 Oktober 2010

program


8051

khumaedi_kommed

1.4. Interupsi

8051 mempunyai 5 buah sumber interupsi. Dua buah interupsi eksternal, dua buah interupsi timer dan sebuah interupsi port serial.
Meskipun memerlukan pengertian yang lebih mendalam, pengetahuan mengenai interupsi sangat membantu mengatasi masalah pemrograman mikroprosesor/mikrokontroler dalam hal menangani banyak peralatan input/output. Pengetahuan mengenai interupsi tidak cukup hanya dibahas secara teori saja, diperlukan contoh program yang konkrit untuk memahami.
Saat kaki RESET pada IC mikroprosesor/mikrokontroler menerima sinyal reset (pada MCS51 sinyal tersebut berupa sinyal ‘1’ sesaat, pada prosesor lain umumnya merupakan sinyal ‘0’ sesaat), Program Counter diisi dengan sebuah nilai. Nilai tersebut dinamakan sebagai vektor reset (reset vector), merupakan nomor awal memori-program yang menampung program yang harus dijalankan.
Pembahasan di atas memberi gambaran bahwa proses reset merupakan peristiwa perangkat keras (sinyal reset diumpankan ke kaki Reset) yang dipakai untuk mengatur kerja dari perangkat lunak, yakni menentukan aliran program prosesor (mengisi Program Counter dengan vektor reset).
Program yang dijalankan dengan cara reset, merupakan program utama bagi prosesor.

Peristiwa perangkat keras yang dipakai untuk mengatur kerja dari perangkat lunak, tidak hanya terjadi pada proses reset, tapi terjadi pula dalam proses interupsi.
Dalam proses interupsi, terjadinya sesuatu pada perangkat keras tertentu dicatat dalam flip-flop khusus, flip-flop tersebut sering disebut sebagai ‘petanda’ (flag), catatan dalam petanda tersebut diatur sedemikian rupa sehingga bisa merupakan sinyal permintaan interupsi pada prosesor. Jika permintaan interupsi ini dilayani prosesor, Program Counter akan diisi dengan sebuah nilai. Nilai tersebut dinamakan sebagai vektor interupsi (interrupt vector), yang merupakan nomor awal memori-program yang menampung program yang dipakai untuk melayani permintaan interupsi tersebut.
Program yang dijalankan dengan cara interupsi, dinamakan sebagai program layanan interupsi (ISR - Interrupt Service Routine). Saat prosesor menjalankan ISR, pekerjaan yang sedang dikerjakan pada program utama sementara ditinggalkan, selesai menjalankan ISR prosesor kembali menjalankan program utama, seperti yang digambarkan dalam Gambar 1.



Gambar 1.8 Bagan kerja prosesor melayani interupsi


1.4. Interupsi

8051 mempunyai 5 buah sumber interupsi. Dua buah interupsi eksternal, dua buah interupsi timer dan sebuah interupsi port serial.
Meskipun memerlukan pengertian yang lebih mendalam, pengetahuan mengenai interupsi sangat membantu mengatasi masalah pemrograman mikroprosesor/mikrokontroler dalam hal menangani banyak peralatan input/output. Pengetahuan mengenai interupsi tidak cukup hanya dibahas secara teori saja, diperlukan contoh program yang konkrit untuk memahami.
Saat kaki RESET pada IC mikroprosesor/mikrokontroler menerima sinyal reset (pada MCS51 sinyal tersebut berupa sinyal ‘1’ sesaat, pada prosesor lain umumnya merupakan sinyal ‘0’ sesaat), Program Counter diisi dengan sebuah nilai. Nilai tersebut dinamakan sebagai vektor reset (reset vector), merupakan nomor awal memori-program yang menampung program yang harus dijalankan.
Pembahasan di atas memberi gambaran bahwa proses reset merupakan peristiwa perangkat keras (sinyal reset diumpankan ke kaki Reset) yang dipakai untuk mengatur kerja dari perangkat lunak, yakni menentukan aliran program prosesor (mengisi Program Counter dengan vektor reset).
Program yang dijalankan dengan cara reset, merupakan program utama bagi prosesor.

Peristiwa perangkat keras yang dipakai untuk mengatur kerja dari perangkat lunak, tidak hanya terjadi pada proses reset, tapi terjadi pula dalam proses interupsi.
Dalam proses interupsi, terjadinya sesuatu pada perangkat keras tertentu dicatat dalam flip-flop khusus, flip-flop tersebut sering disebut sebagai ‘petanda’ (flag), catatan dalam petanda tersebut diatur sedemikian rupa sehingga bisa merupakan sinyal permintaan interupsi pada prosesor. Jika permintaan interupsi ini dilayani prosesor, Program Counter akan diisi dengan sebuah nilai. Nilai tersebut dinamakan sebagai vektor interupsi (interrupt vector), yang merupakan nomor awal memori-program yang menampung program yang dipakai untuk melayani permintaan interupsi tersebut.
Program yang dijalankan dengan cara interupsi, dinamakan sebagai program layanan interupsi (ISR - Interrupt Service Routine). Saat prosesor menjalankan ISR, pekerjaan yang sedang dikerjakan pada program utama sementara ditinggalkan, selesai menjalankan ISR prosesor kembali menjalankan program utama, seperti yang digambarkan dalam Gambar 1.

Gambar 1.8 Bagan kerja prosesor melayani interupsi

Sebuah prosesor bisa mempunyai beberapa perangkat keras yang merupakan sumber sinyal permintaan interupsi, masing-masing sumber interupsi dilayani dengan ISR berlainan, dengan demikian prosesor mempunyai beberapa vektor interupsi untuk memilih ISR mana yang dipakai melayani permintaan interupsi dari berbagai sumber. Kadang kala sebuah vektor interupsi dipakai oleh lebih dari satu sumber interupsi yang sejenis, dalam hal semacam ini ISR bersangkutan harus menentukan sendiri sumber interupsi mana yang harus dilayani saat itu.
Jika pada saat yang sama terjadi lebih dari satu permintaan interupsi, prosesor akan melayani permintaan interupsi tersebut menurut perioritas yang sudah ditentukan, selesai melayani permintaan interupsi perioritas yang lebih tinggi, prosesor melayani permintaan interupsi berikutnya, baru setelah itu kembali mengerjakan program utama.
Saat prosesor sedang mengerjakan ISR, bisa jadi terjadi permintaan interupsi lain, jika permintaan interupsi yang datang belakangan ini mempunyai perioritas lebih tinggi, ISR yang sedang dikerjakan ditinggal dulu, prosesor melayani permintaan yang perioritas lebih tinggi, selesai melayani interupsi perioritas tinggi prosesor meneruskan ISR semula, baru setelah itu kembali mengerjakan program utama. Hal ini dikatakan sebagai interupsi bertingkat (nested interrupt), tapi tidak semua prosesor mempunyai kemampuan melayani interupsi secara ini.

1.4.1. Sumber interupsi MCS51
Seperti terlihat dalam Gambar 2, AT89C51 mempunyai 6 sumber interupsi, yakni Interupsi External (External Interrupt) yang berasal dari kaki INT0 dan INT1, Interupsi Timer (Timer Interrupt) yang berasal dari Timer 0 maupun Timer 1, Interupsi Port Seri (Serial Port Interrupt) yang berasal dari bagian penerima dan bagian pengirim Port Seri.
Di samping itu AT89C52 mempunyai 2 sumber interupsi lain, yakni Interupsi Timer 2 bersumber dari Timer 2 yang memang tidak ada pada AT89C51.

Bit IE0 (atau bit IE1) dalam TCON merupakan petanda (flag) yang menandakan adanya permintaan Interupsi Eksternal. Ada 2 keadaan yang bisa meng-aktip-kan petanda ini, yang pertama karena level tegangan ‘0’ pada kaki INT0 (atau INT1), yang kedua karena terjadi transisi sinyal ‘1’ menjadi ‘0’ pada kaki INT0 (atau INT1). Pilihan bentuk sinyal ini ditentukan lewat bit IT0 (atau bit IT1) yang terdapat dalam register TCON.
1. Kalau bit IT0 (atau IT1) =’0’ maka bit IE0 (atau IE1) dalam TCON menjadi ‘1’ saat kaki INT0=’0’.
2. Kalau bit IT0 (atau IT1) =’1’ maka bit IE0 (atau IE1) dalam TCON menjadi ‘1’ saat terjadi transisi sinyal ‘1’ menjadi ‘0’ pada kaki INT0.
Menjelang prosesor menjalankan ISR dari Interupsi Eksternal, bit IE0 (atau bit IE1) dikembalikan menjadi ‘0’, menandakan permintaan Interupsi Eksternal sudah dilayani. Namun jika permintaan Interupsi Ekternal terjadi karena level tegangan ‘0’ pada kaki IT0 (atau IT1), dan level tegangan pada kaki tersebut saat itu masih =’0’ maka bit IE0 (atau bit IE1) akan segera menjadi ‘1’ lagi!

Bit TF0 (atau bit TF1) dalam TCON merupakan petanda (flag) yang menandakan adanya permintaan Interupsi Timer, bit TF0 (atau bit TF1) menjadi ‘1’ pada saat terjadi limpahan pada pencacah biner Timer 0 (atau Timer 1).
Menjelang prosesor menjalankan ISR dari Interupsi Timer, bit TF0 (atau bit TF1) dikembalikan menjadi ‘0’, menandakan permintaan Interupsi Timer sudah dilayani.

Interupsi port seri terjadi karena dua hal, yang pertama terjadi setelah port seri selesai mengirim data 1 byte, permintaan interupsi semacam ini ditandai dengan petanda (flag) TI=’1’. Yang kedua terjadi saat port seri telah menerima data 1 byte secara lengkap, permintaan interupsi semacam ini ditandai dengan petanda (flag) RI=’1’.
Petanda di atas tidak dikembalikan menjadi ‘0’ menjelang prosesor menjalankan ISR dari Interupsi port seri, karena petanda tersebut masih diperlukan ISR untuk menentukan sumber interupsi berasal dari TI atau RI. Agar port seri bisa dipakai kembali setelah mengirim atau menerima data, petanda-petanda tadi harus di-nol-kan lewat program.

Petanda permintaan interupsi (IE0, TF0, IE1, TF1, RI dan TI) semuanya bisa di-nol-kan atau di-satu-kan lewat instruksi, pengaruhnya sama persis kalau perubahan itu dilakukan oleh perangkat keras. Artinya permintaan interupsi bisa diajukan lewat pemrograman, misalnya permintaan interupsi eksternal IT0 bisa diajukan dengan instruksi SETB IE0.

1.4.2 Mengaktifkan Interupsi
Semua sumber permintaan interupsi yang di bahas di atas, masing-masing bisa di-aktip-kan atau di-nonaktip-kan secara tersendiri lewat bit-bit yang ada dalam register IE (Interrupt Enable Register).
Bit EX0 dan EX1 untuk mengatur interupsi eksternal INT0 dan INT1, bit ET0 dan ET1 untuk mengatur interupsi timer 0 dan timer 1, bit ES untuk mengatur interupsi port seri, seperti yang digambarkan dalam Gambar 2. Di samping itu ada pula bit EA yang bisa dipakai untuk mengatur semua sumber interupsi sekali gus.
Setelah reset, semua bit dalam register IE bernilai ‘0’, artinya sistem interupsi dalam keadaan non-aktip. Untuk mengaktipkan salah satu sistem interupsi, bit pengatur interupsi bersangkutan diaktipkan dan juga EA yang mengatur semua sumber interupsi. Misalnya instruksi yang dipakai untuk mengaktipkan interupsi ekternal INT0 adalah SETB EX0 disusul dengan SETB EA.


MSB
LSB
EA
X
X
ES
ET1
EX1
ET0
EX0

BIT
SYMBOL
FUNCTION
IE.7EA
Disables all interrupts. If EA=0, no interrupt will be acknowledged. If EA=1, each interrupt source is individually enabled or disabled by setting or clearing its enable bit.
IE.6--
IE.5--
IE.4ES
Enables or disables the Serial Port interrupt. If ES=0, the Serial Port interrupt is disabled.
IE.3ET1
Enables or disables the Timer 1 Overflow interrupt. If ET1=0, the Timer 1 interrupt is disabled.
IE.2EX1
Enables or disables External Interrupt 1. If EX1=0, External interrupt 1 is disabled.
IE.1ET0
Enables or disables the Timer 0 Overflow interrupt. If ET0=0, the Timer 0 interrupt is disabled.
IE.0EX0
Enables or disables External interrupt 0. If EX0=0, External interrupt 0 is disabled.

1.4.3 Vektor Interupsi

Saat MCS51 menanggapi permintaan interupsi, Program Counter diisi dengan sebuah nilai yang dinamakan sebagai vektor interupsi, yang merupakan nomor awal dari memori-program yang menampung ISR untuk melayani permintaan interupsi tersebut. Vektor interupsi itu dipakai untuk melaksanakan inststuksi LCALL yang diaktipkan secara perangkat keras.
Vektor interupsi untuk interupsi eksternal INT0 adalah $0003, untuk interupsi timer 0 adalah $000B, untuk interupsi ekternal INT1 adalah $0013, untuk interupsi timer 1 adalah $001B dan untuk interupsi port seri adalah $0023.
Jarak vektor interupsi satu dengan lainnya sebesar 8, atau hanya tersedia 8 byte untuk setiap ISR. Jika sebuah ISR memang hanya pendek saja, tidak lebih dari 8 byte, maka ISR tersebut bisa langsung ditulis pada memori-program yang disediakan untuknya. ISR yang lebih panjang dari 8 byte ditulis ditempat lain, tapi pada memori-program yang ditunjuk oleh vektor interupsi diisikan instruksi JUMP ke arah ISR bersangkutan

Source
Vector Address
IE0
0003H
TF0
000BH
IE1
0013H
TF1
001BH
RI + TI
0023H

1.4.4 Tingkatan Perioritas

Masing-masing sumber interupsi bisa ditempatkan pada dua tingkatan perioritas yang berbeda. Pengaturan tingkatan perioritas isi dilakukan dengan bit-bit yang ada dalam register IP (Interrupt Priority).
Bit PX0 dan PX1 untuk mengatur tingkatan perioritas interupsi eksternal INT0 dan INT1, bit PT0 dan PT1 untuk mengatur interupsi timer 0 dan timer 1, bit PS untuk mengatur interupsi port seri, seperti yang digambarkan dalam Gambar 2.
Setelah reset, semua bit dalam register IP bernilai ‘0’, artinya semua sumber interupsi ditempatkan pada tingkatan tanpa perioritas. Masing-masing sumber interupsi bisa ditempatkan pada tingkatan perioritas utama dengan cara men-‘satu’-kan bit pengaturnya. Misalnya interupsi timer 0 bisa ditempatkan pada tingkatan perioritas utama dengan instruksi SETB PT1.
Sebuah ISR untuk interupsi tanpa perioritas bisa diinterupsi oleh sumber interupsi yang berada dalam tingkatan perioritas utama. Tapi interupsi yang berada pada tingkatan perioritas yang sama, tidak dapat saling meng-interupsi.
Jika 2 permintaan interupsi terjadi pada saat yang bersamaan, sedangkan kedua interupsi tersebut terletak pada tingkatan perioritas yang berlainan, maka interupsi yang berada pada tingkatan perioritas utama akan dilayani terlebih dulu, setelah itu baru melayani interupsi pada tingkatan tanpa perioritas.
Jika kedua permintaan tersebut bertempat pada tingkatan perioritas yang sama, perioritas akan ditentukan dengan urutan sebagai berikut : interupsi eksternal INT0, interupsi timer 0, interupsi ekternal INT1, interupsi timer 1 dan terakhir adalah interupsi port seri.
Bagan Lengkap Sistem Interupsi MCS51
Meskipun sistem interupsi MCS51 termasuk sederhana dibandingkan dengan sistem interupsi MC68HC11 buatan Motorola, tapi karena menyangkut 5 sumber interupsi yang masing-masing harus diatur secara tersendiri, tidak mudah untuk mengingat semua masalah tersebut, terutama pada saat membuat program sering dirasakan sangat merepotkan membolak-balik buku untuk mengatur masing-masing sumber interupsi tersebut.
Gambar 2 menggambarkan sistem interupsi MCS51 selangkapnya, berikut dengan masing-masing bit dalam register-register SFR (Special Function Register) yang dipakai untuk mengatur masing-masing sumber interupsi.
Saklar yang digambarkan dalam Gambar 2 mewakili bit dalam register yang harus diatur untuk mengendalikan sumber interupsi, kotak bergambar bendera kecil merupakan flag (petanda) dalam register yang mencatat adanya permintaan interupsi dari masing-masing sumber interupsi. Kedudukan saklar dalam gambar tersebut menggambarkan kedudukan awal setelah MCS51 di-reset.
Gambar ini sangat membantu saat penulisan program menyangkut interupsi MCS51.

Interrupt Priority Register ( IP )


MSB LSB
X
X
X
PS
PT1
PX1
PT0
PX0

Note:
BIT
SYMBOL
FUNCTION
IP.7
-
-
IP.6
-
-
IP.5
-
-
IP.4
PS
Defines the Serial Port interrupt priority level. PS=1 programs it to the higher priority level.
IP.3
PT1
Defines the Timer 1 interrupt priority level. PT1=1 programs it to the higher priority level.
IP.2
PX1
Defines the External Interrupt 1 priority level. PX1=1 programs it to the higher priority level.
IP.1
PT0
Enables or disables the Timer 0 interrupt priority level. PT0=1 programs it to the higher priority level.
IP.0
PX0
Defines the External Interrupt 0 priority level. PX0=1 programs it to the higher priority level.

atmel 16

MENGENAL MIKROKONTROLER
AVR ATMega16

AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel,
berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir
semua instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai
32 register general-purpose, timer/counter fleksibel dengan mode
compare, interrupt internal dan eksternal, serial UART, programmable
Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan PWM internal.
AVR juga mempunyai In-System Programmable Flash on-chip yang
mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam sistem
menggunakan hubungan serial SPI. ATMega16.
ATMega16 mempunyai throughput mendekati 1 MIPS per MHz
membuat disainer sistem untuk mengoptimasi konsumsi daya versus
kecepatan proses.
Beberapa keistimewaan dari AVR ATMega16 antara lain:
1. Advanced RISC Architecture
􀂃 130 Powerful Instructions – Most Single Clock Cycle Execution
􀂃 32 x 8 General Purpose Fully Static Operation
􀂃 Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz
􀂃 On-chip 2-cycle Multiplier
2. Nonvolatile Program and Data Memories
􀂃 8K Bytes of In-System Self-Programmable Flash
􀂃 Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits
􀂃 512 Bytes EEPROM
􀂃 512 Bytes Internal SRAM
􀂃 Programming Lock for Software Security
3. Peripheral Features
􀂃 Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare
Mode
􀂃 Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare
Modes
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
2
􀂃 One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler, Compare
Mode, and Capture Mode
􀂃 Real Time Counter with Separate Oscillator
􀂃 Four PWM Channels
􀂃 8-channel, 10-bit ADC
􀂃 Byte-oriented Two-wire Serial Interface
􀂃 Programmable Serial USART
4. Special Microcontroller Features
􀂃 Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection
􀂃 Internal Calibrated RC Oscillator
􀂃 External and Internal Interrupt Sources
􀂃 Six Sleep Modes: Idle, ADC Noise Reduction, Power-save, Powerdown,
Standby and Extended Standby
5. I/O and Package
􀂃 32 Programmable I/O Lines
􀂃 40-pin PDIP, 44-lead TQFP, 44-lead PLCC, and 44-pad MLF
6. Operating Voltages
􀂃 2.7 - 5.5V for Atmega16L
􀂃 4.5 - 5.5V for Atmega16
Gambar 1 Pin-pin ATMega16 kemasan 40-pin
Pin-pin pada ATMega16 dengan kemasan 40-pin DIP (dual inline
package) ditunjukkan oleh gambar 1. Guna memaksimalkan
performa, AVR menggunakan arsitektur Harvard (dengan memori dan
bus terpisah untuk program dan data).
Port sebagai input/output digital
ATMega16 mempunyai empat buah port yang bernama PortA,
PortB, PortC, dan PortD. Keempat port tersebut merupakan jalur bidirectional
dengan pilihan internal pull-up. Tiap port mempunyai tiga
buah register bit, yaitu DDxn, PORTxn, dan PINxn. Huruf ‘x’mewakili
nama huruf dari port sedangkan huruf ‘n’ mewakili nomor bit. Bit
DDxn terdapat pada I/O address DDRx, bit PORTxn terdapat pada
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
3
I/O address PORTx, dan bit PINxn terdapat pada I/O address PINx.
Bit DDxn dalam register DDRx (Data Direction Register) menentukan
arah pin. Bila DDxn diset 1 maka Px berfungsi sebagai pin output.
Bila DDxn diset 0 maka Px berfungsi sebagai pin input.Bila PORTxn
diset 1 pada saat pin terkonfigurasi sebagai pin input, maka resistor
pull-up akan diaktifkan. Untuk mematikan resistor pull-up, PORTxn
harus diset 0 atau pin dikonfigurasi sebagai pin output. Pin port
adalah tri-state setelah kondisi reset. Bila PORTxn diset 1 pada saat
pin terkonfigurasi sebagai pin output maka pin port akan berlogika 1.
Dan bila PORTxn diset 0 pada saat pin terkonfigurasi sebagai pin
output maka pin port akan berlogika 0. Saat mengubah kondisi port
dari kondisi tri-state (DDxn=0, PORTxn=0) ke kondisi output high
(DDxn=1, PORTxn=1) maka harus ada kondisi peralihan apakah itu
kondisi pull-up enabled (DDxn=0, PORTxn=1) atau kondisi output low
(DDxn=1, PORTxn=0).
Biasanya, kondisi pull-up enabled dapat diterima sepenuhnya,
selama lingkungan impedansi tinggi tidak memperhatikan perbedaan
antara sebuah strong high driver dengan sebuah pull-up. Jika ini
bukan suatu masalah, maka bit PUD pada register SFIOR dapat diset
1 untuk mematikan semua pull-up dalam semua port. Peralihan dari
kondisi input dengan pull-up ke kondisi output low juga menimbulkan
masalah yang sama. Kita harus menggunakan kondisi tri-state
(DDxn=0, PORTxn=0) atau kondisi output high (DDxn=1, PORTxn=0)
sebagai kondisi transisi.
Tabel 1 Konfigurasi pin port
Bit 2 – PUD : Pull-up Disable
Bila bit diset bernilai 1 maka pull-up pada port I/O akan dimatikan
walaupun register DDxn dan PORTxn dikonfigurasikan untuk
menyalakan pull-up (DDxn=0, PORTxn=1).
Timer
Timer/counter adalah fasilitas dari ATMega16 yang digunakan
untuk perhitungan pewaktuan. Beberapa fasilitas chanel dari timer
counter antara lain: counter channel tunggal, pengosongan data timer
sesuai dengan data pembanding, bebas -glitch, tahap yang tepat Pulse
Width Modulation (PWM), pembangkit frekuensi, event counter
external..
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
4
Gambaran Umum
Gambar diagram block timer/counter 8 bit ditunjukan pada
gambar 2. Untuk penempatan pin I/O telah di jelaskan pada bagian
I/O di atas. CPU dapat diakses register I/O, termasuk dalam pin-pin
I/O dan bit I/O. Device khusus register I/O dan lokasi bit terdaftar
pada deskripsi timer/counter 8 bit.
Gambar 2 Blok diagram timer/counter
Timing Diagram Timer/Counter
Timer/counter didesain sinkron clock timer (clkT0) oleh karena
itu ditunjukkan sebagai sinyal enable clock pada gambar 3. Gambar
ini termasuk informasi ketika flag interrupt dalam kondisi set. Data
timing digunakan sebagai dasar dari operasi timer/counter.
Gambar 3 Timing diagram timer/counter, tanpa prescaling
Sesuai dengan gambar 4 timing diagram timer/counter dengan
prescaling maksudnya adalah counter akan menambahkan data
counter (TCNTn) ketika terjadi pulsa clock telah mencapai 8 kali pulsa
dan sinyal clock pembagi aktif clock dan ketika telah mencapai nilai
maksimal maka nilai TCNTn akan kembali ke nol. Dan kondisi flag
timer akan aktif ketika TCNTn maksimal.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
5
Gambar 4 Timing diagram timer/counter, dengan prescaling
Sama halnya timing timer diatas, timing timer/counter dengan
seting OCFO timer mode ini memasukan data ORCn sebagai data
input timer. Ketika nilai ORCn sama dengan nilaiTCNTn maka pulsa
flag timer akan aktif. TCNTn akan bertambah nilainya ketika pulsa
clock telah mencapai 8 pulsa. Dan kondisi flag akan berbalik
(komplemen) kondisi ketika nilai TCNTn kembali kenilai 0 (overflow).
Gambar 5 Timing diagram timer/counter, menyeting OCFO, dengan pescaler
(fclk_I/O/8)
Ketika nilai ORCn sama dengan nilai TCNTn maka pulsa flag
timer akan aktif. TCNTn akan bertambah nilainya ketika pulsa clock
telah mencapai 8 pulsa. Dan kondisi flag akan berbalik (komplemen)
kondisi ketika nilai TCNTn kembali kenilai 0 (overflow).
Gambar 6 Timing diagram timer/counter, menyeting OCFO, pengosongan data
timer sesuai dengan data pembanding,dengan pescaler (fclk_I/O/8)
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
6
Deskripsi Register Timer/Counter 8 bit
Gambar 7 Regiter timer counter 8 bit
Bit 7 – FOCO : perbandingan kemampuan output
FOCO hanya akan aktif ketika spesifik-spesifik bit WGM00
tanpa PWM mode. Adapun untuk meyakinkan terhadap kesesuaian
dengan device-device yang akan digunakan, bit ini harus diset nol
ketika TCCRO ditulisi saat mengoperasikan mode PWM. Ketika
menulisi logika satu ke bit FOCO, dengan segera dipaksakan untuk
disesuaikan pada unit pembangkit bentuk gelombang. Output OCO
diubah disesuaikan pda COM01: bit 0 menentukan pengaruh daya
pembanding.
Bit 6,3 – WGM01:0: Waveform Generation Mode
Bit ini mengontrol penghitungan yang teratur pada counter,
sumber untuk harga counter maksimal ( TOP )., dan tipe apa dari
pembangkit bentuk gelombang yang digunakan. Mode-mode operasi
didukung oleh unit timer/counter sebagai berikut : mode normal,
pembersih timer pada mode penyesuaian dengan pembanding ( CTC ),
dan dua tipe mode Pulse Width Modulation ( PWM ).
Tabel 2 Deskripsi Bit Mode Pembangkit Bentuk Gelombang
catatan: definisi nama-nama bit CTC0 dan PWM0 sekarang tidak
digunakan lagi. Gunakan WGM 01: 0 definisi. Bagaimanapun lokasi
dan fungsional dan lokasi dari masing-masing bit sesuai dengan versi
timer sebelumnya.
Bit 5:4 – COMO1:0 Penyesuaian Pembanding Mode Output
Bit ini mengontrol pin output compare (OCO), jika satu atau
kedua bit COM01:0 diset, output OC0 melebihi fungsional port
normal I/O dan keduanya terhubung juga. Bagaimanapun, catatan
bahwa bit Direksi Data Register (DDR) mencocokan ke pin OC0 yang
mana harus diset dengan tujuan mengaktifkan. Ketika OC0
dihubungkan ke pin, fungsi dari bit COM01:0 tergantung dari
pengesetan bit WGM01:0. Tabel di bawah menunjukkan COM
fungsional ketika bit-bt WGM01:0 diset ke normal atau mode CTC
(non PWM).
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
7
Tabel 3 Mode Output Pembanding, tanpa PWM
Tabel 4 menunjukan bit COM01:0 fungsional ketika bit WGM01:0
diset ke mode fast PWM.
Tabel 4 Mode Output Pembanding, Mode fast PWM
Tabel 5 menunjukan bit COM01:0 fungsional ketika bit
WGM01:0 diset ke mode phase correct PWM.
Tabel 5 Mode Output Pembanding, Mode phase correct PWM
Bit 2:0 – CS02:0 : Clock Select
Tiga bit clock select sumber clock digunakan dengan
timer/counter. Jika mode pin eksternal digunakan untuk timer
counter0, perpindahan dari pin T0 akan memberi clock counter.
Tabel 6 Deskripsi bit clock select
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
8
Sesuai dengan tabel diatas maka sumber clock dapat dibagi
sehingga timer/counter dapat disesuaikan dengan banyak data yang
dihitung.
Register Timer/Counter TCNT0
Gambar 8 Register timer TCNT0
Register timer/counter memberikan akses secara langsung,
keduanya digunakan untuk membaca dan menulis operasi, untuk
penghitung unit 8-bit timer/counter. Menulis ke blok-blok register
TCNT0 (removes) disesuaikan dengan clock timer berikutnya.
Memodifikasi counter (TCNT0) ketika perhitungan berjalan,
memperkenalkan resiko kehilangan perbandingan antara TCNC0
dengan register OCR0.
Register Timer/Counter OCR0
Gambar 9. Register timer OCR0
Register output pembanding berisi sebuah haraga 8 bit yang
mana secara terus-menerus dibandingkan dengan harga counter
(TCNT0). Sebuah penyesuaian dapat digunakan untuk
membangkitkan output interrupt pembanding, atau untuk
membangkitkan sebuah output bentuk gelombang pada pin OC0.
Register Timer/Counter Interrupt Mask
Bit 1-OCIE0: output timer counter menyesuaikan dengan kesesuaian
interrupt yang aktif.
Ketika bit OCIE0 ditulis satu, dan 1-bit pada register status
dalam kondisi set (satu), membandingkan timer/counter pada
interrupt yang sesuai diaktifkan. Mencocokkan interrupt yang
dijalankan kesesuaian pembanding pada timer/counter0 terjadi,
ketika bit OCF0 diset pada register penanda timer/counter-TIFR.
Bit 0 – TOIE0: Timer/Counter 0 Overflow Interrupt Enable
Ketika bit TOIE0 ditulis satu, dan 1-bit pada register status
dalam kondisi set (satu), timer/counter melebihi interrupt diaktifkan.
Mencocokkan interrupt dijalankan jika kelebihan pada timer/counter0
terjadi, ketika bit TOV0 diset pada register penanda timer/counter-
TIFR
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
9
Register Timer/Counter Register - TIFR
Gambar 10 Register timer TIFR
Bit 1 – OCF0: Output Compare Flag 0
OCF0 dalam kondisi set (satu) kesesuaian pembanding terjadi
antara timer/counter dan data pada OCRO – Register 0 keluaran
pembanding. OCF0 diclear oleh hardware ketika eksekusi pencocokan
penanganan vector interrupt. Dengan alternatif mengclearkan OCF0
dengan menuliskan logika satu pada flag. Ketika I-bit pada SREG,
OCIE0 (Timer/Counter0 penyesuaian pembanding interrupt enable),
dan OCF0 diset (satu), timer/counter pembanding kesesuaian
interrupt dijalankan.
Bit 0 – TOV0: Timer/Counter Overflow Flag
Bit TOV0 diset (satu) ketika kelebihan terjadi pada
timer/counter0. TOV0 diclearkan dengan hardware ketika penjalanan
pencocokan penanganan vector interrupt. Dengan alternatif, TOV0
diclearkan dengan jalan memberikan logika satu pada flag. Ketika Ibit
pada SREG, TOIE0 (Timer/Counter0 overflow interrupt enable),
dan TOV0 diset (satu ), timer/counter overflow interrupt dijalankan.
Pada tahap mode PWM yang tepat, bit ini di set ketika timer/counter
merubah bagian perhitungan pada $00.
Serial pada ATMega16
Universal synchronous dan asynchronous pemancar dan
penerima serial adalah suatu alat komunikasi serial sangat fleksibel.
Jenis yang utama adalah :
a) Operasi full duplex (register penerima dan pengirim serial
dapat berdiri sendiri)
b) Operasi Asychronous atau synchronous
c) Master atau slave mendapat clock dengan operasi
synchronous
d) Pembangkit baud rate dengan resolusi tinggi
e) Dukung frames serial dengan 5, 6, 7, 8 atau 9 Data bit dan 1
atau 2 Stop bit
f) Tahap odd atau even parity dan parity check didukung oleh
hardware
g) Pendeteksian data overrun
h) Pendeteksi framing error
i) Pemfilteran gangguan (noise) meliputi pendeteksian bit false
start dan pendeteksian low pass filter digital
j) Tiga interrupt terdiri dari TX complete, TX data register empty
dan RX complete.
k) Mode komunikasi multi-processor
l) Mode komunikasi double speed asynchronous
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
10
Generator Clock
Logic generator clock menghasilkan dasar clock untuk pengirim
dan penerima. USART mendukung empat mode operasi clock: Normal
Asynchronous, Double Speed Asynchronous mode Master Synchronous
dan Slave Synchronous. Bit UMSEL pada USART control dan status
register C (UCSRC) memilih antara operasi Asychronous dan
Synchronous. Double speed (hanya pada mode Asynchronou ) dikontrol
oleh U2X yang mana terdapat pada register UCSRA. Ketika
mengunakan mode operasi synchronous (UMSEL = 1) dan data
direction register untuk pin XCk (DDR_XCK) mengendalikan apakah
sumber clock tersebut adalah internal (master mode) atau eksternal
(slave mode) pin-pin XCK hanya akan aktif ketika menggunakan mode
Synchronous.
Gambar 11 Blok diagram clock generator logic
Keterangan sinyal :
txclk : clock pengirim (internal clock)
rxclk : clock dasar penerima (internal clock)
xcki : input dari pin XCK (sinyal internal). Digunakan untuk operasi
slave synchronous.
xcko : clock output ke pin XCK (sinyal internal). Digunakan untuk
operasi master synchronous
fosc : frekuensi pin XTAL (system clock)
Generator Internal Clock – Pembangkit Baud rate
Generasi internal clock digunakan untuk mode – mode operasi
master asynchronous dan synchronous. Register USART baud rate
(UBRR) dan down-counter dikoneksikan kepada fungsinya sebagai
programmable prescaler atau pembangkit baud rate. Down-counter,
dijalankan pada system clock ( fosc), dibebani dengan nilai UBRR
setiap counter telah dihitung mundur ke nol atau ketika register
UBRRL ditulisi. Clock dibangkitkan setiap counter mencapai nol.
Clock ini adalah pembangkit baud rate clock output (fosc/( UBBR+1)).
Pemancar membagi baud rete generator clock output dengan 2, 8,
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
11
atau 16 cara tergantung pada mode. Pembangkit output baud rate
digunakan secara langsung oleh penerima clock dan unit-unit
pelindung data. Unit-unit recovery menggunakan suatu mesin status
yang menggunakan 2, 8, atau 16 cara yang tergantung pada cara
menyimpan status dari UMSEL, bit-bit U2X dan DDR_XCK.
Tabel di bawah menunjukan penyamaan perhitungan baud rate
dan nilai UBRR tiap mode operasi mengunakan sumber pembangkit
clock internal.
Tabel 7 Persamaan untuk menyeting perhitungan register baud rate
note: baud rate menunjukan pengiriman rate bit tiap detik (bps)
BAUD :baud rate ( pada bit-bit per detik,bps ) fosc frekuensi sistem
clock osilator
UBRR : terdiri dari UBRRH dan UBBRL,( 0-4095 )
Eksternal Clock
Eksternal clock digunakan untuk operasi mode slave
synchronous. Eksternal clock masuk dari pin XCK dicontohkan oleh
suatu daftar sinkronisasi register untuk memperkecil kesempatan
meta-stabilitas. Keluaran dari sinkronisasi register kemudian harus
menerobos detector tepi sebelum digunakan oleh pengirim dan
penerima.
Proses ini mengenalkan dua period delay clock CPU dan oleh
karena itu maksimal frekuensi clock XCK eksternal dibatasi oleh
persamaan sebagai berikut
Fxck < fosc/4
Keterangan: fosc tergantung pada stabilitas sistem sumber clock.
Operasi Synchronous Clock
Ketika mode sinkron digunakan (UMSEL=1), pin XCK akan
digunakan sama seperti clock input (slave) atau clock output (master).
Dengan ketergantungan antara tepi clock dan data sampling atau
perubahan data menjadi sama. Prinsip dasarnya adalah data input
(on RxD) dicontohkan pada clock XCK berlawanan dari tepi data
output (TxD) sehingga mengalami perubahan.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
12
Gambar 12 Operasi synchronous Clock
UCPOL bit UCRSC memilih tepi yang mana clock XCK digunakan
untuk data sampling dan yang mana digunakan untuk perubahan
data. Seperti yang ditunjukan pada gambar di atas, ketika UCPOL nol
data akan diubah pada tepi kenaikan XCK dan dicontohkan pada tepi
XCK saat jatuh. Jika UCPOL dalam kondisi set, data akan mengalami
perubahan pada saat tepi XCK jatuh dan data akan dicontohkan
pada saat tepi XCK naik.
Inisialisasi USART
USART harus diinisialisasi sebelum komunikasi manapun
dapat berlangsung. Proses inisialisasi normalnya terdiri dari
pengesetan baud rate, penyetingan frame format dan pengaktifan
pengirim atau penerima tergantung pada pemakaian. Untuk interrupt
menjalankan operasi USART, global interrupt flag (penanda) sebaiknya
dibersihkan (dan interrupt global disable) ketika inisialisasi dilakukan.
Sebelum melakukan inisialisasi ulang dengan mengubah baud
rate atau frame format, untuk meyakinkan bahwa tidak ada transmisi
berkelanjutan sepanjang periode register yang diubah. Flag TXC dapat
digunakan untuk mengecek bahwa pemancar telah melengkapi
semua pengiriman, dan flag RXC dapat digunakan untuk mengecek
bahwa tidak ada data yang tidak terbaca pada buffer penerima.
Tercatat bahwa flag TXC harus dibersihkan sebelum tiap transmisi
(sebelum UDR ditulisi) jika itu semua digunakan untuk tujuan
tersebut.
REFERENSI
www.atmel.com.Datasheet AVR ATMega16
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com
13
khumaedi_kommed

Hamster





khumaedi_kommed


cara beternak hamster 1

1. Taruh tempat atau kandang mereka di tempat yang agak jarang di lewati manusia misalkan di bawah meja besar. Suapaya mereka saat ML kaga elu-2 liatin + ganggu kalihh yahh jangan lupa kasih juga rumah-2an yahh 
2. Kalau anda sudah liat si ce udah mulai keliatan hamil (perut besar) nahh sebaiknya langsung dehh bersihin kandang mereka biar mereka lebih tenang + kaga bau. usahakan bersihin kandang 1 minggu 1 x> karena biasanya setelah kandang bersih si robo-2 mulai dehh melahirkan. 
3. Kasih makan lebih banyak + mulai kasih toge + katuk 2 hari sekali biar susunya lebih banyak 
4. Setelah si bayi keluar usahakan jangan pegang si bayi-2nya biasanya hamsternya merasa anda akan menmggu anak-2 mereka dan bau kamu akan nempel di badan si bayi sehingga dia merasa ini bukan anaknya efeknya yahh bisa di makan dehh tuhh bocah-2 hamster









Memelihara hamster katanya susah. "Dua kali beli, dua kali mati," kata teman Raisa yang dibenarkan oleh Mamahnya. "Kalau tidak bisa memelihara cepat mati," kata Omang kemarin waktu berkunjung ke rumahku di Kalibata.

Saya sendiri tidak merasa susah memelihara hamster. Awalnya, beberapa bulan lalu Shemissa membeli hamster kecil warna putih. Setelah agak besar perangainya menjadi agak galak dan suka menggigit. Kami sekeluarga lalu pergi ke Jl. Barito untuk melihat-lihat berbagai jenis hamster yang dijual di sana. Ternyata, hamster yang dibeli Shemissa adalah hamster lokal yang panjangnya kalau sudah besar bisa mencapai 10 cm.

Kemudian saya membeli sepasang hamster, yang menurut penjualnya dari jenis Dominant Spot. Ciri-cirinya: (i) ada garis tengah warna hitam dari kepala hingga mendekati buntut, (ii) ada 3 kombinasi warna, yaitu hitam, coklat, dan putih, (iii) jinak dan tidak menggigit --tidak seperti jenis campbell atau hamster lokal, (iv) ukurannya tergolong sangat kecil dengan panjang dari depan hingga ekor hanya sekitar 5 centimeter sehingga nampak lucu.

Pasangan hamster itu kini sudah beranak-pinak. Pertama pada tanggal 25 Desember 2007, si Momo, nama yang diberikan oleh Shemissa, melahirkan beberapa ekor. Pas ketahuan melahirkan, beberapa bayi hamster sudah dimakan oleh induknya. Ada 2 kepala bayi hamster yang tergeletak di tengah kandang. Saat itu saya belum tahu bagaimana cara merawatnya.

Saya langsung konsultasi dengan penjualnya. Kata dia, kalau induknya stres memang suka memakan bayinya. Saran dia, langkah awal pisahkan dulu dari induknya yang jantan. Lalu saya beli satu kandang lagi, aquarium ikan hias yang ukurannya kira-kira panjang 40cm lebar 30cm dan tinggi 25 cm.

Induk betina beserta 4 ekor anaknya yang tersisa saya pisahkan ke kandang baru itu. Saya beri potongan kain dan makanan yang cukup untuk beberapa hari. Saya letakkan di pojok rumah dan saya tutup luarnya dengan kain lebar, biar suasanya gelap seperti di terowongan sesuai kehidupan aslinya.

Beberapa hari kemudian saya tengok, anaknya tinggal 2 ekor. Dua ekor ini , satu jantan dan satu betina, kemudian tumbuh besar hingga sekarang. Yang betina malah sudah melahirkan 4 ekor pada 27 Pebruari lalu.

Sementara itu, induk betina yang pertama saya beli, si Momo, sudah memberikan anak lagi pada 25 Januari 2008 sebanyak 7 ekor (2 ekor sudah dijual oleh Shemissa kepada teman-temannya dan 2 ekor diminta Dita), dan pada 25 Pebruari melahirkan lagi sebanyak 7 ekor.


***
Bagaimana sih cara merawat hamster agar bisa bertahan hidup dan beranak-pinak seperti itu? Beberapa tips memelihara hamster bisa saya sebut sebagai berikut:
  • Usahakan kandang selalu bersih dan kering. Gunakan pasir atau butiran batu yang biasa dijual di tempat penjualan hamster sebagai alasnya. Pasir ini berguna untuk mengeringkan kandang dari air kencing dan menghilangkan bau air kencing itu sendiri. Pasir ini juga bisa dipakai hamster untuk mandi sehingga bulunya terlihat rapih, kering, dan tidak bau.
  • Ganti pasir ini setiap minggu atau 2 minggu sekali dengan pasir baru. Setelah seminggu atau dua minggu, pasir ini akan terlihat kotor karena bercampur dengan kotoran dan sisa makanan. Jika mau sedikit repot, pasir yang sudah terpakai bisa dicuci, dikeringkan, dan dipakai ulang.
  • Cara mencucinya, pasir bekas pakai tadi direndam dulu agar kotoran dan sisa makanan mengambang sehingga mudah untuk dibuang dan dipisahkan dari pasirnya.
  • Beri makanan dan minuman yang cukup. Untuk makanan, saya memberi kuaci atau tumbukan kacang tanah yang sudah dikupas kulitnya. Untuk minuman, sesuai saran penjualnya, jangan beri air langsung, tetapi beri kecambah (tauge) setiap pagi dan sore. Dengan demikian, kandang bisa terus kering sepanjang hari. Banyak orang memberi minum dengan air sehingga kandang menjadi basah dan hamster mudah sakit dan mati.
  • Tambahkan makanan baru hanya jika makanan yang sudah ditaburkan atau disediakan di tempat makanan sudah habis termakan. Ini untuk menjaga kebersihan agar tidak banyak sisa makanan berserakan di dalam kandang.
  • Jika induk betina melahirkan, pisahkan dari hamster pejantan atau hamster lainnya, dan perbanyak makan kecambah. Ciri-ciri hamster betina yang akan melahirkan terlihat dari bentuk perutnya yang membuncit dan si induk seperti gelisah mondar-mandir dalam kandang dengan tingkat keaktifan yang lebih tinggi dari biasanya. Jangan lupa beri potongan kain untuk membuat sarang buat bayi-bayi hamster yang akan dilahirkan.
Selamat mencoba memelihara hamster  teman.....





Ingin Melihat Bayi-Bayi Binatang yang Lucu 

Ini adalah alasan yang paling tidak tepat untuk memelihara seekor hamster.
Hamster bukan alat untuk memuaskan keingintahuan Anda terhadap proses
reproduksi makhluk hidup.

 Hamster memang termasuk hewan yang mudah memiliki anak tapi yang harus
Anda pikirkan adalah jumlah anak yang dihasilkan dari sepasang hamster.
Saya pernah membuktikan bagaimana pesatnya pertambahan sebuah komunitas hamster.
 Dulu saya memelihara sepasang hamster dari kecil dan kemudian membiarkan mereka
berkembang biak. Percaya atau tidak, dalam waktu 6 bulan saya sudah mendapatkan
200 ekor hamster hanya dari sepasang hamster tersebut! Dan untuk memenuhi
kebutuhan mereka, saya menghabiskan uang sekitar Rp 200.000/hari.
Biaya yang sangat besar bukan? Oleh karena itu berhati-hatilah jika Anda
memutuskan untuk memelihara hamster hanya untuk dikembangbiakkan.



















Alasan ini bahkan tidak tepat jika Anda berdalih akan memberikan atau menjual
 hamster-hamster itu kepada orang lain. Sebelum benar-benar memelihara seekor
 hamster untuk dikawinkan, coba Anda buat dulu daftar orang-orang yang mau menerima
hamster-hamster Anda. Apa Anda memiliki 50 orang di daftar Anda? Apakah semua
teman Anda mau menerima hamster Anda? Kalau tidak, bagaimana nasib anak-anak
hamster itu? Sekali lagi, tolong dipikirkan baik-baik. Jangan sampai ada nyawa yang
terbuang percuma hanya karena kesenangan sesaat yang Anda peroleh.




khumaedi_kommed

Hamster

neh ada ulasan sedikit tentang   HAMSTER....
Hamster winter white pertama kali dijadikan sebagai bahan tulisan pada tahun 1770. Hamster jenis ini dikembangbiakkan sebagai hewan percobaan laboratorium di Institut Max Planck Jerman oleh Klaus Hofmann pada tahun 1960-an. Kemudian, dipasarkan sebagai hewan peliharaan pada tahun 1978 di Inggris. (sercing dari inet siih… B-) )
-duh jgn ngumpet donk..kn biasanya narsis klo dipoto-
-duh jgn ngumpet donk..kn biasanya narsis klo dipoto-
Nama winter white rusia yang diberikan pada hamster ini didasarkan oleh perubahan warna bulu bila terjadi perubahan suhu. Pada musim dingin, bulu hamster ini akan berubah menjadi putih dan kembali ke warna asal di musim panas.
Hamster winter white rusia berasa dari bagian timur Kazakhastan dan tenggara Siberia. Winter white adalah jenis hamster yang hidup berkoloni dalam lorong-lorong di dalam tanah. Kehidupannya menbentuk sebuah sistem kekuasaan dimana biasanya hamster yang lebih dominan akan terlihat memimpin kelompok-nya.
kandangnya si "WinHam.."
kandangnya "WinHam.."
Disini gw mau bahas apa aja yg diperlukan untuk memelihara seekor hamster dg baik dan layak.. :D . Dimulai dari kebutuhan dasar sampai aksesoris tambahan yang hanya merupakan pilihan masing-masing pemilik hamster.
Jika memelihara hamster pertama kali, tentu ada perlengkapan untuk kebutuhan dasar yang sebaiknya dibeli bersama dengan hamster. Kebutuhan dasar seekor hamster adalah:
1. Kandang
2. Makanan Hamster
3. Serbuk Kayu
4. Botol Minum
5. Tempat Makan
6. Pasir
Dengan keenam perlengkapan di atas hamster dapat hidup dengan baik.. :)Tapi tentu aja perlengkapan lain bisa menjadi bagian yg penting dalam kehidupan seekor hamster, tapi mungkin bisa dibeli di kemudian hari atau bahkan ada yang tidak perlu dibeli sama sekali.
Belilah barang-barang keperluan hamster secara bijaksana :) , jangan menghabiskan uang untuk membeli segala aksesoris yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan dan mengorbankan kebutuhan utama hamster.

Apakah Hamster itu ?
Stones

Hamster adalah binatang kecil yang termasuk dalam ordo Rodentia. Artinya, hamster termasuk dalam kelompok binatang pengerat seperti halnya kelinci, marmut, dan tikus.
Hamster memiliki badan yang gemuk, dengan ekor yang lebih pendek daripada badannya dan memiliki telinga yang berbulu, kaki yang lebar, pendek dan pendek gemuk. Hamster memiliki bulu yang tebal dan panjang, dan bulunya memiliki berbagai warna tergantung spesies hamster tersebut.
Habitat hamster di utara terletak dari Eropa tengah sampai Siberia, Mongolia, dan Tiongkok utara sampai Korea. Habitat hamster di selatan membentang dari Suriah sampai Pakistan.
Seperti binatang peliharaan lainnya, hamster butuh olahraga dan hiburan untuk melatih kesehatan fisik dan psikologis mereka."Roda olahraga" pada hamster membuat hamster berlari dengan kecepatan penuh di roda tersebut.

Stones

Makanan Hamster

Hamster merupakan makhluk omnivora.Mereka biasanya makan butir padi, tetapi juga termasuk buah segar, akar, bagian hijau tumbuhan, invertebrata dan beberapa binatang kecil lainnya (serangga seperti belalang).
Hamster suka biji bunga matahari seperti hewan pengerat lainnya, selain biji-bjian atau kacang, anda dapat memberi makan hamster anda dengan sayuran seperti cabbage dan sayuran lainnya. Hamster juga menyukai buah-buahan. Anda dapat memberi makan  seperti buah beri atau sepotong apel ke hamster, mereka pasti senang sekali

Makanan yang tidak boleh diberikan sama sekali ialah Jeruk dan semua bangsa citrus, Cokelat, dan Makanan yang telah diberi bumbu

Jenis - Jenis Hamster


Flowing Rock

JenisSyrian Hamster (Golden Hamster)Djungarian HamsterCampbell HamsterChinese HamsterRoborovski Hamster
Nama latinMesocricetus auratusPhodopus sungorusPhodopus campbelliCricetulus griseusPhodopus roborovskii
Ukuran10-18 cm7-10 cm8-10 cm9-12 cm5-7cm
Berat130-210g125-40g30-45 g26-38 g15-26g
  • Hamster siria memiliki bentuk tubuh yang paling besar sekaligus paling cepat dijinakkan.
            

  • Hamster champbell termasuk dalam hamster mini. Termasuk hamster yang agak susah dijinakkan.
           

  • Hamster winter white memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan champbell. Winter white adalah saudara dekat champbell.


  • Hamster roborovski memiliki tubuh yang paling mungil namun larinya paling cepat.

                                  



Penyesalan






penyesalan yang begitu besar

awal cerita dalam cerita ini adalah ketika berita itu ku tanyakan sendiri pada sang narasumber, "kak tawaran tentang acara kaskus itu bagaimana?"..dan yang ku dengar adalah "yah...kamu telat de,,dah q kasih ke  univ.lain,,,biz ga da jawaban dari kaian si dari kemaren, ya dah q kasih ke univ.lain ja,,,"
jawaban tersebut membuat ku terpukul sekali...dan menyesali kenapa dan kenapa q sampai telat begini....

rasa kesal dan menyesal beradu saat itu di hati q,duh duh.....
helaian nafasku ini terus aku lakukan untuk menahan rasa kesalku ini....

untuk teman-teman semua,,,jangan sampailah seperti ku ini,tawaran itu harus segera di respon secepatnya, karena kadang tak seluas itu waktu kita untuk dapat mempertahankan tawaran tersebut....

terimakasih ya...